*PRESS RELEASE:*
*KOMITE NASIONAL ALUMNI IUA DI INDONESIA (KONAL-IUA DI INDONESIA)*
Kepada Alumni Universitas Sudan dan Alumni IUA secara Khusus.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum
Kami sampaikan bahwa dalam kunjungan Wakil Rektor Internasional University of Africa Khartoum Prof Dr. Kholid Abdur Rahman ke Indonesia selama 5 (Lima hari) mulai tanggal 8 - 12 Mei 2025 dengan agenda mengadakan rapat gabungan antara IUA, Kedubes Sudan dan Alumni Sudan, maka dapat kami simpulkan dalam point-point penting berikut ini:
A. *PERTEMUAN PERTAMA: RAPAT UMUM:* ( Diikuti sekitar 20 orang) Jum'at, 9 Mei 2025 di Kedubes Sudan Jakarta ( 19.00-23.00) : Isinya acaranya sebagai berikut:
1. Acara sambutan dari IUA, Kedubes Sudan dan masukan dari para peserta alumni Sudan.
2. Tujuan kedatangan wakil Rektor IUA ke Indonesia Dr Kholid Abdur Rahman adalah membawa informasi tentang kondisi IUA dan Sudan saat ini lewat tayangan video. Sosialisasi pemdaftaran mahasiswa baru dan pembukaan kuliah di IUA pada bulan September secara online pada semester pertama dan kuliah offline pada semester kedua. Pemberian beasiswa fulll IUA kepada Indonesia tahun 2025 ini yang asalnya 15 orang menjadi 22 orang, penambahan ini karena adanya sambutan yang baik dari alumni Indonesia.
3. Rekonstruksi pembangunan IUA yang fasilitasnnya rusak 80% ini membutuhkan dana sekitar $ 62.000.000 ( Enam puluh dua juta dollar atau sekitar 1 trilyun rupiah). Maka diminta para alumni berperan aktif dalam penggalangan dana dari Indonesia dengan melibatkan banyak pihak, ormas dan lembaga, baik negeri maupun swasta.
4. Pembentukan anggota dewan formatur dari perwakilan IUA, IAS dan Kedubes Sudan yang bertugas memilih dan menunjuk pengurus komite nasional Alumni IUA di Indonesia beserta tugasnya dan wewenangnya terutama dalam empat point penting yang ada dalam undangan rapat, yaitu: Tanggung jawab terhadap pendaftaran mahasiswa baru setiap tahun, pemberian beasiswa dengan syarat ketat, Rekonstruksi IUA dan menjalin kerjasama dengan lembaga atau yayasan di Indonesia untuk dijadikan sebagai cabang IUA Indonesia.
5. Acara ditutup dengan ramah tamah dan makanan ala Sudan.
B. *PERTEMUAN KEDUA : RAPAT TERBATAS DEWAN FORMATUR;*
Sabtu, 10 Mei 2025 di Hotel Nemuru Grand Suite Jakarta ( 13.00 - 17.00): berisi tentang hal sebagai berikut:
1. Dewan Formatur ini terdiri dari: Wakil Rektor IUA Dr Kholid, Dr Abu Baker Bakhit, Dr Dhou Abdul Karim, Dr Tajuddin Abbasyi, Dr Sholih Abdul qadir, Subhan Amier Chaf dan Abdul Baits Muchtar.
2. Mengamanatkan nama-nama yang akan disebut dalam keputusan rektor IUA 2025 ini dengan nama perkumpulan: Komite Nasional Alumni IUA di Indonesia "KONAL-IUA".
3. Menunjuk Abdul Baits Muchtar, wakil ketua Ikatan Alumni IUA Pusat, sebagai ketua umum KONAL-IUA ini yang fokus pada empat Proyek strategis IUA: Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru IUA, Pengaturan beasiswa IUA, Rekonstruksi IUA dan Pembukaan Cabang IUA.
4. Memberikan amanat dan wewenang kepada Ketua untuk menyusun kepengurusan harian yang ideal beserta tugasnya.
5. Nama- nama ini ditunjuk dalam tugas dan wewenang formal. Dewan Tanfidzi : Abdul Baits Mochtar sebagi Ketua, Subhan Amier sebagai Sekretaris dan Suparman Manjan sebagai Bendahara. Susunan Dewan Penasehat terdiri dari: Kedubes Sudan Jakarta, Dr. Abu Baker Bakhit, Tajjudin Abbasy, Dr. Dhou Abdul Karim,.. sedangkan pengurus harian lainnya akan pilih oleh Ketua Umum.
6. Dalam Rapat ini disepakati bahwa beasiswa Indonesia tahun 2025 ini menjadi 52 orang, yang terdiri: 46 orang beasiswa S1 dan 6 orang pasca sarjana: diploma tinggi dan magister serta 1 doktor.
7. Beasiswa Pasca Sarjana akan dipilih dari kader Alumni yang loyal ke IUA dan Sudan dengan dibuktikan keaktifanya dalam organisasi dan peranan dalam membawa visi misi IUA di tengah masyarakat dengan tes seleksi ketat dan kriteria sendiri.
8. Beasiswa Full hanya diberikan kepada Yayasan atau lembaga yang loyal dan aktif dalam membantu Sudan atau IUA dengan tes seleksi dan kriteria tersendiri.
9. Penerimaan Mahasiswa Indonesia ke IUA mulai tahun 2025 ini hanya melewati SATU PINTU, bukan lainnya, yaitu di bawah KONAL- IUA di Indonesia.
10. Setiap Pendaftaran administrasi dalam Penerimaan Mahasiswa baru IUA akan dimintai infaq: yang dananya digunakan untuk operasional dan pembangunan IUA. Sementara besaran infaqnya diatur oleh pengurus sesuai kondisi.
11. Setiap utusan yayasan atau lembaga yang diterima melalui jalur beasiswa full diminta infaq dan loyal kepada IUA dan Sudan.
12. Setiap mahasiswa yang diterima full beasiswa di IUA akan diminta aktif memberikan ifadah minimal sebulan sehari di tengah di selah kuliah untuk ikut khidmah dan kèrja bakti setiap waktu dalam membersihkan lingkungan IUA dan teknis lainnya atau yang disebut ROAN.
13. Mahasiswa beasiswa full yang dinyatakan melanggar aturan IUA dan aturan Sudan atau tidak lulus satu semester maka akan diturunkan statusnya dari penerima beasiswa full menjadi penerima semi beasiswa, dimana dana 50% akan dialihkan ke dana pembangunan IUA.
14. Mahasiswa penerima beasiswa full diminta surat pernyataan di atas materai untuk membawa visi misi IUA dan loyal kepada IUA dan Sudan setelah lulus dan berada di tengah masyarakat.
15. Kewajiban mahasiswa penerima semi beasiswa diberlakukan sama dengan Mahasiswa penerima beasiswa full kecuali dalam hal aktif khudah ROAN yang hanya bersifat suka rela.
16. Penerima beasiswa full dan semi beasiswa harus tinggal di dalam asrama minimal hingga semester empat agar bisa mengasah bahasanya dan berbaur dengan Mahasiswa dari penjuru dunia dengan adat, budaya dan pemikiran yang berbeda.
17. Yang dimaksud beasiswa full adalah: bebas biaya kuliah, bebas asrama, bebas makan 3 kali dan gratis berobat hanya di dalam klinik IUA. Selain itu menjadi tanggungjawab sendiri.
18. Menjalin kerjasama dengan ormas Islam, lembaga dan tokoh berpengaruh Indonesia tanpa melihat latar belakang azaz, madzhab dan pemikirannya untuk pengumpulan dana rekonstruksi IUA.
19. Nama-nama ormas, lembaga dan tokoh berpengaruh yang disebut oleh dewan formatur ini untuk diminta andil rekonstruksi IUA ini diantaranya adalah: NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad dan ormas Islam lainya. Lembaga: Baznas, Badan zakat ormas, lembaga sosial, dan lainnya. Sedangkan tokoh yang diminta ikut penggalangan dana dianataranya: Pak Yusuf Kalla, Dr Hidayat Nur Wahid, Dr Abdus Shomad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtiar Nasir, ustadz Yusuf Mansur, Pak Anis Matta, Buya Yahya, Gus Iqdam, Aagym, Ustadz Zaitun dan tokoh lainnya yang dianggap bisa menggerakkan jamaah untuk ikut donasi.
20. Dewan Formatur mengamanatkan pengurus untuk membuat KONAL-IUA ini secara resmi lewat notaris agar punya rekening bank tersendiri dan bisa diaudit dan dipertanggung jawabkan secara hukum.
21. Terkait pembukaan kerjasama dengan lembaga atau yayasan sebagai cabang IUA di Indonesia, konsepnya sederhana yaitu: Membuat sekolah Tinggi atas namanya Yayasan, manajemen dikelola Yayasan, dosennya dari Yauasan, tapi kurikulum, Ijazah dan Tim pengujinya seabagian dari IUA.
C. *PERTEMUAN KETIGA:*
Pertemuan ini diadakan di hari Sabtu, 10 Mei 2025, Jam 16.00 - 21.30 di Resto Abu Nawas Matram dan dipimpin oleh Wakil Rektor IUA. DR kholid Abdur Rahman. Isi Pertemuan ini adalah:
1. Di hari yang sama, beberapa nama tokoh di atas telah dihubungi secara mendadak oleh dewan formatur untuk bisa ketemu dalam jamuan makan malam di Resto Abu Nawas Matraman ini, tapi kebanyakan beliau berhalangan hadir karena banyak di luar jakarta, kecuali Ustadz Bachtiar.
2. Pertemuan dewan formatur dengan tokoh yang diundang dalam makan malam ini lebih fokus kepada cara menggalanng dana rekonstruksi IUA.
3. Tim Formatur mengamanatkan kepada pengurus KONAL-IUA untuk sowan silaturahmi dan melakukan audiensi dengan ormas Islam dan mengajukan proposal rekonstruksi.
4. Cara penggalangan dana selain pengajuan proposal bisa lewat promosi berikut ini: Seminar Internasional tengan Sudan, mengangkat peran alumni Sudan di Indonesia, peran Sudan khususnya IUA dalam memberikan beasiswa kepada ribuan mahasi swa Indonesia, hubungan Indonesia dan Sudan, menggerakkan alumni Sudan dan Timur tengah untuk cerita tentang kondisi sudan dan lainnya.
5. Ustadz Bachtiar secara pribadi Nasir berkomiten untuk membantu Rp. 100.000.000 dan membantu promosi rekonstruksi IUA dichannel pribadinya.
6. Masing-masing yang hadir diwawancai untuk cerita tentang Sudan.
Demikian press Release yang bisa kami sampaikan, dengan harapan semoga para Alumni Sudan berkenan ikut andil dan aktif dalam mewujudkan tugas yang mulia ini agar IUA tetap memberikan manfaat bagi umat.
Hormat kami,
Khodim KONAL-IUA DI INDONESIA
Abdul Baits Mochtar dan Tim
*NB: Tambahan dari Alfaqir sendiri.*
1. Mohon doa, masukan dan pengawasan antum semuanya.
2. Mohon alumni yang serius dan ikhlas mengurus KONAL-IUA ini berkenan japri kepada kami menyatakan kesediaannya untul dimasukkan sebagai pengurus khususnya di bidang yang saat ini mendesa dan darurat.
3. Bila ada tambahan atau perubahan informasi akan kami sampaikan menyusul, InsyaaAllaah.
4. Relawan atau Pengurus yang sangat dibutuhkan mendesak saat ini adalah: Ahli IT dan data, Tim media, bendahara profesional, auditor keuangan.
5. Kami mengajak antum semua ikut berniat menyisihkan rezekinya setiap bulan Rp. 30.000-50.000 ($ 2 - 3 dollar) perbulannnya.
Terimakasih
بارك الله فيكم وجزاكم الله خيرا وإحسانا
Tidak ada komentar:
Posting Komentar