Yayasan Markaz Islam Al-mustaqim (YAMIM) adalah Yayasan Sosial Dan Pendidikan yang akan terus eksis dalam mencetak Generasi Qur'an dan Masyarakat Yang Taqwa
JAGA SHOLATMU MAKA SURGA MENANTIMU

Jumat, 20 Desember 2024

Khutbah Jum'at, Bahaya Merayakan Tahun Baru Masehi Bagi Kaum Muslimin

KHUTBAH JUM’AT
BAHAYA MERAYAKAN TAHUN BARU MASEHI 
BAGI KAUM MUSLIMIN

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا . قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصّٰلِحٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا . مّٰكِثِينَ فِيه  . وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا۟ اتَّخَذَ اللهُ وَلَدًا.مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.


Amma Ba’du

Ma’asyirol Muslimin Rahimani Wa Rahimakumullah …

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat Iman dan Islam yang Allah anugerahkan. Nikmat itu disyukuri dengan kita terus menambah ketakwaan kita kepada Allah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kekafiran.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Siapa saja yang mensyukuri nikmat Allah Azza Wa Jalla, Dia akan menambah dengan nikmat-nikmat lainnya pula.

Ingatlah pula siapa saja yang Allah beri petunjuk, tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa saja yang Allah sesatkan, tidak ada yang memberi petunjuk padanya.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman. 

Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah

Sebelum Khotib membahas tentang Bahaya Merayakan Tahun Baru Masehi Bagi Kaum Muslimin maka Khatib terlebih dahulu berwasiat kepada diri pribadi Khatib sendiri khususnya dan kepada jama’ah sekalian umumnya, marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, semoga kita akan menjadi orang yang istiqamah sampai akhir hayat kita. Amin Allahumma Amin ya Rabbal ‘Aalamin.

Kaum Muslimin, Rahimakumullah...

Allah Subuhanhu Wa Ta'ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

Artinya: “Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kami beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” [Al-Baqarah/2 : 109]. 

Dan Allah berfirman:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ 

Artinya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS al-Baqarah [2]: 120; 

Dari penjelasan kedua ayat yang mulia ini kita wajib menjaga iman dan Islam kita, jangan mudah terbuai atau terpengaruh dengan syi'ar dan syariat orang kafir yang akan menjerumuskan kita kedalam lembah kekafiran dan kesyirikan.

Ingatlah wahai kaum muslimin, segala cara mereka akan menyesatkan kita termasuk melalui perayaan tahun Baru Masehi.

Maka melalui Mimbar yang mulia ini, kami akan menjelaskan tentang Bahaya Perayaan Tahun Baru Masehi bagi kaum muslimin.

Kaum Muslimin Yang Di Rahmati Allah Azza Wa Jalla 

Bahaya Merayakan Tahun Baru Masehi bagi kaum muslimin meliputi bahaya Akidah, Bahaya Sosial dan Bahaya Ekonomi.

Pertama: Bahaya Akidah, bisa menjerumuskan kaum muslimin dalam lembah kesyirikan dan kekafiran.

Perayaan Tahun Baru Masehi adalah merupakan syi'ar dan syariat orang Yahudi dan nasrani. Syariat yang mengandung kesyirikan dan kekafiran.

Caesar Julius membuat kalender Matahari, pada abad 153 SM, Janus seorang pendongeng di Roma yang menetapkan awal mula tahun. Dengan dua wajahnya, di yakini org kafir bahwa Janus mampu melihat kejadian di masa lalu dan masa depan. Dialah yang menjadi simbol kuno resolusi (sebuah pencapaian) tahun baru. Bangsa Roma berharap dengan dimulainya tahun yang baru, kesalahan-kesalahan di masa lalu dapat dimaafkan. Sebagai penebus dosa, tahun baru juga ditandai dengan tukar kado.

Tahun baru masehi awalnya merupakan suatu ritual bangsa Roma dan bahkan dianggap sebagai penebus dosa. 

Dari sejarah pertama kali diletakkan tahun Baru Masehi ini saja minimal ada dua bentuk kesyirikan :

1. Mereka meyakini Adanya Dewa yang mampu melihat kejadian di masa lalu dan masa depan. Mereka hanya percaya dengan Dewa-dewa dan menafikan Adanya Allah Subuhanhu Wa Ta'ala...tentu ini adalah kesyirikan yang nyata.

Padahal Allah lah yang berkuasa di langit dan yang berkuasa di bumi,  Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لِلّٰهِ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَمَا  فِيْهِنَّ  ۗ وَهُوَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ

Artinya: “Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)

Masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan tentang itu, maka barang siapa yang ikut merayakan Tahun, atau mengucapkan selamat Tahun baru, sama halnya ia ikut membenarkan Dewa-Dewa Orang Kafir. Tentu kesyirikan ini sangat berbahaya bagi kaum muslimin.

Oleh karena itu, jangan kita sebagai muslim ikut merayakan tahun baru karena tidak ada kaitannya dengan Islam Dan Kaum muslimin.

2. Meyakini hari ini adalah suatu ritual bangsa Roma dan dianggap sebagai penebus dosa. 

Ini juga adalah bentuk kesyirikan karena yang berhak mengampuni segala dosa hanyalah Allah Azza Wajalla bukan para dewa atau makhluk lainya.

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Artinya: "Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Furqān: 70).

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Artinya: "Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk." (QS Ṭāhā: 82).

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ

Artinya: "Lalu, aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun." (QS Nūḥ: 10).

Maka Wahai kaum muslimin yang di rahmati Allah Subuhanahu Wa Ta’ala, jika kita ikut merayakan Tahun, atau mengucapkan selamat Tahun baru, sama halnya kita ikut membenarkan Dewa-Dewa Orang Kafir bisa menghapus dosa setiap tanggal 1 januari. Tentu ini sangat berbahaya bagi Akidah kita kaum muslimin.

Ma'asyiral Muslimin Rahimani wa rahimakullah!

Bahaya Lain Dari sisi Akidah Bagi orang islam yang ikut merayakan tahun baru masehi adalah Bahaya Tasyabbuh atau menyerupai orang kafir.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

Artinya: “Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Maka Wahai kaum muslimin, hati-hatilah dalam perkara ini, karena Rasulullah Shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ  . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ  وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

Artinya : “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669). 

Jama’ah Kamu Muslimin Yang Di Rahmati Allah Azza Wajalla!

Perhatian: Jangan Ikut Membantu Dalam Proses Perayaan Tahun Baru.

Karena Allah Azza Wajalla berfirman:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (Q.s Al-maidah Ayat 2 ).

Dan Jangan Terpengaruh karena banyaknya orang-orang yang ikut merayakan tahun baru karena kebenaran itu adalah berdasarkan Dalil. dan dalil itu adalah Qur’an Hadits berdasarkan pemahaman Salafu shholeh. Bukan menurut kebanyakan orang Wahai kaum Muslimin yang di Rahmati Allah.

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Artinya: Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ( Q.S Al-an’am Ayat 116)

وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ ۝ - 

Artinya: Kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau (Nabi Muhammad) sangat menginginkannya.


Bahaya Kedua: Bahaya Sosial, Merusak Akhlak kaum muslimi seperti rusaknya akhlak orang-orang kafir, wal iyadzu billah.

Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakullah!

Perayaan Tahun baru masehi ini juga disamping merusak Akidah kaum muslimin maka bisa merusak kehidupan sosial kaum muslimin. Dan ini kita titiberatkan pada pengaruh dari sisi akhlak dan moral.

Bahaya dari sisi sosial tdk kalah mengerikan wahai kaum muslimin, coba lihat dimalam tahun baru maka banyak kemaksiatan-kemaksiatan yang muncul, generasi kita seakan-akan terbiasa dengan hal-hal ini, Na’udzu Billah.

1. Kemaksiatan berkholwah antara anak2 dan generasi islam yang bukan mahrom

2. Perzinahan, merusak kehormatan anak dan generasi kaum muslimin. Belum lagi seakan ini di legalkan dgn adanya yang membagi-bagi Kondom Dan Alat kontrasepsi.

3. Mabuk-mabuk,  ini akan memicu sampai kepada perkelahian bahkan kepada pembunuhan

4. Kembang Api, ini sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan kaum muslimin yang sedang Sholat, sedang istrahat dan lain-lain.

5. Pawai dan Konvoi, hal ini akan menimbulkan Kemacetan Jalan dan mengganggu aktivitas kaum muslimin.

Maka Wahai kaum muslimin yang di rahmati Allah Subuhanahu Wa Ta’ala, ketika hari dan malam Tahun baru maka hendaknya kita menjaga putra dan putri kita agar selamat dari bahaya-bahaya yang kami jelaskan tadi...smoga Allah menjaga kita semuanya dan seluruh generasi Muslim dimanapun mereka berada.


Ketiga: Bahaya Ekonomi,  Perayaan Tahun Baru bisa merusak dan kerugian ekonomi kaum muslimin.

Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakullah!

Astagfirullah adzim, sungguh orang kafir sudah berhasil mempengaruhi dan menyesatkan sebagian kaum muslimin melalui perayaan hari raya mereka. Padahal hari raya ini benar-benar muncul karena Akidah yang penuh kesyirikan dan kekafiran.


Tidak sedikit dari kaum muslimin baik secara personal atau kelompok, istansi dan yang lainya, mereka Menghambur-hamburkan Uang dan harta untuk perayaan Tahun Baru masehi ini. Semoga Allah melindungi kita semuanya.

8Membeli Atribut Kufriyah, simbol2 kesyirikan semua itu untuk menghidupkan syi’ar orang-orang kafir, wal iyadzu billah. Hal ini termasuk kedalam bab Mubadzir.

Yang menjual Atribut dan aksesoris utk perayaan Tahun Baru masehi juga di haramkan, berdasarkan Firman Allah Azza wajalla:

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya: “Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah” (QS. Al Maidah: 2)

 

Ingat wahai kaum muslimin, bahwa kita kaum muslimin memiliki hari raya tersendiri 

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

Artinya: “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Jama'ah shalat Jum'at yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah.

Demikian khotbah pertama ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


 Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TADZKIROH (PERINGATAN) Kami perwakilan ormas, ponpes, tokoh agama, tokoh pemuda, Tokoh masyarakat  Menyampaikan tadzkiroh atau peringatan ke...