Khutbah Jum'at
BAHAYA MENIRU PERAYAAN HARI NATAL
Khutbah
Pertama:
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا
هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
قَالَ
تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا
اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
وَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا
قَوْلًا سَدِيدًا , يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا
عَظِيمًا
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ
كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ
بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.
أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ
بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Segala puji bagi Allah Rabb
semesta Alam, kita memuji Allah Azza Wa jalla dengan pujian yang banyak, memuji Allah sampai akhir hayat kita. Semoga
segala kenikmataNya yang diberikanNya kepada kita, bisa kita gunakan untuk lebih
mendekatkan diri kepadaNya.sehingga akan
menjadi berkah dan akan terus di tambah
oleh Allah Azza Wajalla segala nikmat tersebut. Allahumma Amin Ya Allah. Shalawat dan salam semoga Allah curahkan untuk Nabi besar kita yaitu Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Marilah kita terus
meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subuhanahu Wa Ta’ala, dengan cara
melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala larang Nya. Menjadikan hari
demi hari bertambah ketaatan kita kepada-Nya. Semoga kita termasuk golongan
muttaqin dan Allah meninggikkan derajat kita didunia
dan di hari kiamat. Aamiin Allahumma Amin Ya Allah.
Sebentar lagi, orang orang nasrani akan mengadakan hari raya
mereka yaitu HARI NATAL. hari
ini diperingati oleh mereka di setiap tanggal 25 Desember, mereka meyakininya
sebagai kelahiran yesus, di mana mereka juga menganggapnya sebagai anak tuhan.
Maka lewat
Khutbah yang mulia ini, Khotib mengingatkan kepada kita
semuanya bahwa hari natal tidak ada kaitanya dengan Islam. Seorang Muslim wajib
beriman kepada Allah dengan iman yang utuh. Kita memiliki
keyakinan, bahwa Allah adalah maha Esa, tidak beranak dan tidak di peranakan,
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ . اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ .لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ . وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ
كُفُوًا اَحَدٌ
Artinya: "Katakanlah
(Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala
sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan Dan tidak ada
sesuatu yang setara dengan Dia ". (Q.S Al-Ikhlas :1-4).
Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Islam telah mengajarkan agar kita semua tidak meniru orang kafir
dalam ikut merayakan natal, menyerupai orang kafir dalam meramaikan hari raya Orang
Kafir, karena kita adalah Muslim hanya beriman kepada Allah yang maha Tunggal
dan menginkari segala bentuk akidah syirik dan syi’ar orang-orang kafir.
Sahabat Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu’ anhu mengatakan,
اِجْتَنِبُوْا أَعْدَاءَ اللهِ فِي أَعْيَادِهِمْ
Artinya: “Jauhilah musuh-musuh Allah di perayaan
mereka.” (Ahkam Ahl Adz-Dzimmah 1/724)
Sungguh para ulama kita dari zaman kezaman telah
sepakat, bahwa ikut merayakan hari natal,
Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam melarang
ummatnya menyerupai orang-orang kafir, beliau bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ
بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Artinya: Siapa saja yang
menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka (HR Abu Dawud nomor 4031 dan Ahmad 5114, Syaikhul Islam
dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Wahai kaum muslimin yang
dirahmati Allah Azza Wa Jalla, menyerupai orang kafir dalam masalah natal ini minimal
ada 5 bentuk. Dan semua bentuk dibawah ini wajib kita hindari karena kita bisa
jatuh pada kekafiran:
Pertama: Mengucapkan
selamat natal
Mengucapkan selamat hari natal adalah termasuk menyerupai orang nasrani dan
itu hukumnya haram, bahkan bisa jatuh pada kekafiran. Karena perkataan
tersebut
mengapresiasi akan adanya anak tuhan, meskipun kita tidak meyakini, tapi dengan
ucapan tersebut mereka akan tambah yakin akan agama mereka.
Orang yang mengucapkan selamat hari raya kepada orang
kafir layak dijatuhi hukuman ta’zîr (Peringatan Keras):
- Imam
Kamaluddin ad-Damiri (w. 808 H) dalam kitab An-Najmu
al-Wahhâb fî Syarhi al-Minhâj. Ia mengatakan, “Dijatuhi sanksi ta’zîr orang
yang menyamai kaum kafir dalam hari raya mereka…dan orang yang berkata kepada
dzimmi, ‘Ya Hajj,’ juga orang yang memberikan selamat hari raya.”
- Imam Syihab
Ahmad ar-Ramli asy-Syafii (w. 957 H), di dalam Hasyihah
ar-Ramli ‘ala Asna al-Mathâlib, mengatakan,
“Dijatuhi sanksi ta’zîr orang yang
menyamai kaum kafir dalam hari raya mereka…juga orang yang memberikan selamat
hari raya kepada mereka.”
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Kedua:
Ikut Merayakan
Hari Natal
Jika memberikan
ucapan Selamat Natal saja haram maka ikut
merayakan natal jauh lebih haram. Justru yang seharusnya diserukan kepada mereka adalah bertaubat dari kesyirikan mereka bukan malah
mengucapkan selamat. Kewajiban kita mengajak
mereka agar mereka bertaubat
dan meninggalkan kekufuran mereka, Allah Subuhanahu Wa Ta’ala
berfirman:
أَفَلَا يَتُوبُونَ
إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Lalu mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan
memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (TQS
al-Maidah [5]: 74).
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
KeTiga: Menjual aksesori natal
(barang/kue/makanan) yang nanti digunakan oleh orang untuk
perayaan natal.
Hal ini juga termasuk hal yang diharamkan dalam islam wahai kaum
muslimin, karena menjual aksesori natal sama halnya kita ikut mendukung akidah
syirik mereka bahkan menjadi sebab akan membuat kaum muslimin meniru-niru
perayaan tahun baru yang memang menjadi perayaan orang kafir.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam bukunya, Al Iqtidha’ 1: 454 menukil adanya kesepakatan para
sahabat dan seluruh pakar fikih terhadap persyaratan Umar untuk kafir dzimmi,
“Di antaranya adalah kafir dzimmi baik ahli kitab maupun yang lain tidak boleh
menampakkan hari raya mereka … Jika kaum muslimin telah bersepakat untuk
melarang orang kafir menampakkan hari raya mereka lalu bagaimana mungkin seorang muslim diperbolehkan untuk
menyemarakkan hari raya orang kafir. Tentu perbuatan seorang muslim
dalam hal ini lebih parah dari pada perbuatan orang kafir.”
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
KeEmpat : Memberi Kado Natal Kepada
Orang Nasrani
Hal ini kerap terjadi dikalangan
muslim, memberi kado kepada orang kafir ketika hari natal. Maka takutlah kepada
azab Allah wahai kaum muslimin. Orang yang telah menghina Allah dan menuduh
Allah memiliki Anak, kenapa malah kita memberikan kado terhadap mereka.. ?
na’udzu billah tsumma na’udzu billah.
Kita ingatkan kepada seluruh kaum
muslimin, terutama kepada anak dan kelurga kita, agar tidak terlalu kebablasan
dalam toleransi. Ini sangat berbahaya. Asal meniru tapi akidah dan keyakinan
yang dipertaruhkan.
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Ke Lima : Menolong mereka untuk
mengadakan perayaan Natal
Allah Subuhanahu Wa Ta’ala
melarang kita untuk tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, maka menolong
orang kafir untuk menyekutukan Allah jauh lebih haram. Oleh karena itu, kaum
muslimin agar tidak menolong orang-orang nasrani dalam mensukseskan perayaan
hari natal mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا
تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya:
“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar
batasan Allah” (QS. Al Maidah: 2)
Menolong yang dimaksud disini adalah dalam segala
segi:
-
Menolong dalam menyediakan tempat
natal
-
Menolong dalam menyediakan
konsumsi dan makanan
-
Menolong dalam mengantar ketempat
perayaan natal
-
Menolong dalam mengucapkan
selamat natal
-
Menolong dalam meramaikan acara
natal dan lain sebagainya.
Semua itu tidak diperbolehkan dalam islam. Karena
pelakunya akan jatuh kedalam bahaya tasyabbuh dan bahaya mengikuti perayaan
hari raya orang kafir.
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Di akhir khutbah yang
mulia ini, khatib akan menjelaskan tentang bahaya meniru/mengikuti perayaan
natal, baik itu hanya sekedar mengucapkan selamat natal atau ikut langsung
dalam perayaannya.
Bahaya Pertama: Mengucapkan Hari Natal / ikut-ikutan dalam
perayaanya maka sama halnya ikut
bergembira dengan agama dan keyakinan mereka.
Ketahuilah,
bahwa makna
Perayaan Natal adalah perayaan atas kelahiran
Tuhan Yesus Kristus di dunia. Tidak ada makna lain dari Perayaan Natal selain
ini. Maka haram bagi kita mengucapkan selamat
natal kepada orang kafir.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ
النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
Artinya: “Janganlah
kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim, no. 2167).
Jika kita ikut mengucapkan selamat Natal
maka sama halnya kita mengatakan selamat hari kelahiran tuhan kalian. Dan jika kita ikut dalam perayaanya maka sama halnya kita ikut bahagia
dengan kelahiran tuhan yesus. Dan ini hukumnya
haram dan akan menjatuhkan seseorang kepada kekafiran.
Allah Subuhanhu Wa’ta ala berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ
الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا لَّقَدْ
جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا
Artinya: Mereka
berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” Sungguh kalian telah
mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (TQS
Maryam [19]: 88–89).
Karena itu,
Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan kekafiran kaum Nasrani:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي
إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ
بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا
لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
“Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri)
berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya
orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang
zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maidah: 72-75).
Dan Allah berfirman:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ
ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا
يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
.
Artinya: Sungguh
kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah seorang dari yang
tiga. Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika
mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir
di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Lalu mengapa mereka tidak
bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang (TQS al-Maidah [5]: 73).
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Bahaya Kedua: Mengucapkan Hari Natal / Ikut-ikutan dalam perayaanya
maka sama halnya mengakui kebenaran agama mereka.
Padahal dalam Al-qur’an Allah
Azza Wa Jallah telah berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ
الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ
مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ
فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Artinya: “Sesungguhnya agama
(yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang
telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena
kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Q.S Ali
Imran ayat 19).
Dan Allah Berfirman:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ
الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ
الْخَاسِرِينَ “
Artinya: Barang siapa
mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima
(agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang
rugi.” (Q.S Ali Imran ayat 85)
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Bahaya KeTiga: Mengucapkan Hari Natal / Ikut-ikutan dalam perayaanya
maka akan mengundang murka Allah
Allah
Subuhanahu Wa Ta’ala telah menegaskan di dalam al-Quran bahwa langit hampir
saja pecah, bumi terbelah, dan gunung runtuh disebabkan perkataan orang-orang
yang mengatakan, “Allah memiliki anak”. Mungkin ini jugalah penyebab bencana
alam, banjir dan lainnya di setiap bulan desember. Mari kita perhatikan firman
Allah Ta’ala,
وَقَالُوا۟
ٱتَّخَذَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ وَلَدࣰا . لَّقَدۡ جِئۡتُمۡ شَیۡـًٔا إِدࣰّا . تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ
ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا . أَن دَعَوۡا۟ لِلرَّحۡمَـٰنِ وَلَدࣰا . وَمَا یَنۢبَغِی لِلرَّحۡمَـٰنِ أَن یَتَّخِذَ وَلَدًا . إِن كُلُّ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّاۤ
ءَاتِی ٱلرَّحۡمَـٰنِ عَبۡدࣰا.
Artinya: Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Pengasih
mempunyai anak.” Sungguh, kalian telah membawa sesuatu yang sangat mungkar,
hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena
ucapan itu), karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai
anak. Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Tidak
ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah)
Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. (Q.S. Maryam, ayat 88 – 93)
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Jika ada dari orang nasrani
baik itu teman kerja, teman bisnis dan yang lainya, menanyakan tentang kado
natal, ucapan selamat hari natal, atau mengajak kita untuk merayakan hari natal
maka katakanlah bahwa Saya Muslim. Agama saya melarang
mengucapkan selamat hari natal kepada kalian sebagaimana agama kalian melarang
mengucapkan dua kalimat syahadat. Katakan kepada mereka dengan tegas:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya:
“Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى
شَاكِلَتِهِ
Artinya:
“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya
masing-masing.” (QS. Al Isra’: 84)
أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا
أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya:
“Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun
berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41)
لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ
أَعْمَالُكُمْ
Artinya:
“Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55)
Ma’asyirol
muslimin rahimani wa rahimakumullah …
Kaum muslimin memiliki dua hari
raya yaitu dua hari raya yaitu Idul fitri dan
Idul adha, Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah,
penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main
di masa jahiliyah. Maka beliau berkata,
قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ
يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ
خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ
“Aku datang kepada kalian dan
kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan
bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi
kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. Ahmad, 3:178, sanadnya sahih sesuai syarat Bukhari-Muslim
sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).
Ibnu Hajar rahimahullah lantas mengatakan, “Bisa
disimpulkan dari hadits tersebut larangan merasa gembira saat hari raya orang
musyrik dan larangan menyerupai orang musyrik ketika itu. Bahkan Syaikh Abu
Hafsh Al-Kabir An-Nasafi, seorang ulama mazhab Hanafi sampai berlebih-lebihan
dalam masalah ini dengan mengatakan, ‘Siapa yang menghadiahkan sebutir telur
kepada orang musyrik pada hari itu karena mengagungkan hari tersebut maka dia
telah kafir kepada Allah” (Fath Al-Bari, 2:442).
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
الله الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ
هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah Kedua :
إِنَّ الْحَمْدَ
لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى
: )وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى(
إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء
مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ
اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ
عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ
مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ
أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا
اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا
ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ
اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا
وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا
وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ
فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن
قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا
وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ . رَبَّنَا
إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي
لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا
ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ
سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ
آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ .
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا .
عِبَادَاللهِ
! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ
وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar