Yayasan Markaz Islam Al-mustaqim (YAMIM) adalah Yayasan Sosial Dan Pendidikan yang akan terus eksis dalam mencetak Generasi Qur'an dan Masyarakat Yang Taqwa
JAGA SHOLATMU MAKA SURGA MENANTIMU

Senin, 28 Oktober 2024

Khutbah Jum'at : Bahaya Meniru Perayaan Hari Natal

 

Khutbah Jum'at

BAHAYA MENIRU PERAYAAN HARI NATAL

Khutbah Pertama:

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
قَالَ تَعَالَى  : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ تَعَالَى  : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَقَالَ تَعَالَى  :  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا , يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, kita memuji Allah Azza Wa jalla dengan pujian yang banyak,  memuji Allah sampai akhir hayat kita. Semoga segala kenikmataNya yang diberikanNya  kepada kita, bisa kita gunakan untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya.sehingga  akan menjadi berkah dan akan  terus di tambah oleh Allah Azza Wajalla segala nikmat tersebut. Allahumma Amin Ya Allah.  Shalawat dan salam semoga Allah curahkan  untuk Nabi  besar kita yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subuhanahu Wa Ta’ala, dengan cara melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala larang Nya. Menjadikan hari demi hari bertambah ketaatan kita kepada-Nya. Semoga kita termasuk golongan muttaqin dan Allah meninggikkan derajat kita didunia dan di hari kiamat. Aamiin Allahumma Amin Ya Allah.

 

Sebentar lagi,  orang orang nasrani akan mengadakan hari raya mereka yaitu HARI NATAL. hari ini diperingati oleh mereka di setiap tanggal 25 Desember, mereka meyakininya sebagai kelahiran yesus, di mana mereka juga menganggapnya sebagai anak tuhan.

 

Maka  lewat Khutbah  yang  mulia ini, Khotib mengingatkan kepada kita semuanya bahwa hari natal tidak ada kaitanya dengan Islam. Seorang Muslim wajib beriman kepada Allah dengan iman yang utuh. Kita memiliki keyakinan, bahwa Allah adalah maha Esa, tidak beranak dan tidak di peranakan, Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ . اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ  .لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ .  وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia ". (Q.S Al-Ikhlas :1-4).

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Islam telah mengajarkan agar kita semua tidak meniru orang kafir dalam ikut merayakan natal, menyerupai orang kafir dalam meramaikan hari raya Orang Kafir, karena kita adalah Muslim hanya beriman kepada Allah yang maha Tunggal dan menginkari segala bentuk akidah syirik dan syi’ar orang-orang kafir.

Sahabat Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu’ anhu mengatakan,

اِجْتَنِبُوْا أَعْدَاءَ اللهِ فِي أَعْيَادِهِمْ

Artinya: “Jauhilah musuh-musuh Allah di perayaan mereka.” (Ahkam Ahl Adz-Dzimmah 1/724)

Sungguh para ulama kita dari zaman kezaman telah sepakat, bahwa ikut merayakan hari natal,

Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam melarang ummatnya menyerupai orang-orang kafir, beliau bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka (HR Abu Dawud nomor 4031 dan Ahmad 5114, Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

 

Wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah Azza Wa Jalla, menyerupai orang kafir dalam masalah natal ini minimal ada 5 bentuk. Dan semua bentuk dibawah ini wajib kita hindari karena kita bisa jatuh pada kekafiran:

 

Pertama: Mengucapkan selamat natal

Mengucapkan selamat hari natal  adalah termasuk menyerupai orang nasrani dan itu hukumnya haram, bahkan bisa jatuh pada kekafiran. Karena perkataan tersebut mengapresiasi akan adanya anak tuhan, meskipun kita tidak meyakini, tapi dengan ucapan tersebut mereka akan tambah yakin akan agama mereka.

Orang yang mengucapkan selamat hari raya kepada orang kafir layak dijatuhi hukuman ta’zîr (Peringatan Keras):

-  Imam Kamaluddin ad-Damiri (w. 808 H) dalam kitab An-Najmu al-Wahhâb fî Syarhi al-Minhâj. Ia  mengatakan, “Dijatuhi sanksi ta’zîr orang yang menyamai kaum kafir dalam hari raya mereka…dan orang yang berkata kepada dzimmi, ‘Ya Hajj,’ juga orang yang memberikan selamat hari raya.”

-  Imam Syihab Ahmad ar-Ramli asy-Syafii (w. 957 H), di dalam Hasyihah ar-Ramli ‘ala Asna al-Mathâlib, mengatakan, “Dijatuhi sanksi ta’zîr orang yang menyamai kaum kafir dalam hari raya mereka…juga orang yang memberikan selamat hari raya kepada mereka.”

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Kedua: Ikut Merayakan Hari  Natal

Jika memberikan ucapan Selamat Natal saja haram maka ikut merayakan natal jauh lebih haram. Justru yang seharusnya diserukan kepada mereka adalah bertaubat dari kesyirikan mereka bukan malah mengucapkan selamat. Kewajiban kita mengajak mereka agar mereka bertaubat dan meninggalkan kekufuran mereka, Allah Subuhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya:  Lalu mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (TQS al-Maidah [5]: 74).

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

KeTiga: Menjual aksesori natal (barang/kue/makanan) yang nanti digunakan oleh orang untuk 

               perayaan natal.

Hal ini juga termasuk hal yang diharamkan dalam islam wahai kaum muslimin, karena menjual aksesori natal sama halnya kita ikut mendukung akidah syirik mereka bahkan menjadi sebab akan membuat kaum muslimin meniru-niru perayaan tahun baru yang memang menjadi perayaan orang kafir.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam bukunya, Al Iqtidha’ 1: 454 menukil adanya kesepakatan para sahabat dan seluruh pakar fikih terhadap persyaratan Umar untuk kafir dzimmi, “Di antaranya adalah kafir dzimmi baik ahli kitab maupun yang lain tidak boleh menampakkan hari raya mereka … Jika kaum muslimin telah bersepakat untuk melarang orang kafir menampakkan hari raya mereka lalu bagaimana mungkin seorang muslim diperbolehkan untuk menyemarakkan hari raya orang kafir. Tentu perbuatan seorang muslim dalam hal ini lebih parah dari pada perbuatan orang kafir.”

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

KeEmpat : Memberi Kado Natal Kepada Orang Nasrani

Hal ini kerap terjadi dikalangan muslim, memberi kado kepada orang kafir ketika hari natal. Maka takutlah kepada azab Allah wahai kaum muslimin. Orang yang telah menghina Allah dan menuduh Allah memiliki Anak, kenapa malah kita memberikan kado terhadap mereka.. ? na’udzu billah tsumma na’udzu billah.

 

Kita ingatkan kepada seluruh kaum muslimin, terutama kepada anak dan kelurga kita, agar tidak terlalu kebablasan dalam toleransi. Ini sangat berbahaya. Asal meniru tapi akidah dan keyakinan yang dipertaruhkan.

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Ke Lima : Menolong mereka untuk mengadakan perayaan Natal

Allah Subuhanahu Wa Ta’ala melarang kita untuk tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, maka menolong orang kafir untuk menyekutukan Allah jauh lebih haram. Oleh karena itu, kaum muslimin agar tidak menolong orang-orang nasrani dalam mensukseskan perayaan hari natal mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya: “Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah” (QS. Al Maidah: 2)

Menolong yang dimaksud disini adalah dalam segala segi:

-          Menolong dalam menyediakan tempat natal

-          Menolong dalam menyediakan konsumsi dan makanan

-          Menolong dalam mengantar ketempat perayaan natal

-          Menolong dalam mengucapkan selamat natal

-          Menolong dalam meramaikan acara natal dan lain sebagainya.

Semua itu tidak diperbolehkan dalam islam. Karena pelakunya akan jatuh kedalam bahaya tasyabbuh dan bahaya mengikuti perayaan hari raya orang kafir.

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Di akhir khutbah yang mulia ini, khatib akan menjelaskan tentang bahaya meniru/mengikuti perayaan natal, baik itu hanya sekedar mengucapkan selamat natal atau ikut langsung dalam perayaannya.

Bahaya Pertama:  Mengucapkan Hari Natal / ikut-ikutan dalam perayaanya maka  sama halnya ikut bergembira dengan agama dan keyakinan mereka.

Ketahuilah, bahwa makna Perayaan Natal adalah perayaan atas kelahiran Tuhan Yesus Kristus di dunia. Tidak ada makna lain dari Perayaan Natal selain ini. Maka haram bagi kita mengucapkan selamat natal kepada orang kafir.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

Artinya: Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim, no. 2167).  

Jika kita ikut mengucapkan selamat Natal maka sama halnya kita mengatakan selamat hari kelahiran  tuhan kalian. Dan  jika kita ikut dalam  perayaanya maka sama halnya kita ikut bahagia dengan kelahiran  tuhan  yesus. Dan  ini  hukumnya haram  dan  akan menjatuhkan seseorang kepada kekafiran.

Allah Subuhanhu Wa’ta ala berfirman:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا

Artinya: Mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” Sungguh kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (TQS Maryam [19]: 88–89).

Karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan kekafiran kaum Nasrani:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maidah: 72-75).

 

 Dan Allah berfirman:  

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ .

Artinya: Sungguh kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah seorang dari yang tiga. Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Lalu mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  (TQS al-Maidah [5]: 73).

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Bahaya Kedua: Mengucapkan Hari Natal / Ikut-ikutan dalam perayaanya maka sama halnya mengakui kebenaran agama mereka.

Padahal dalam Al-qur’an Allah Azza Wa Jallah telah berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Q.S Ali Imran ayat 19).

Dan Allah Berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ “

Artinya: Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”  (Q.S Ali Imran ayat 85)

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Bahaya KeTiga: Mengucapkan Hari Natal / Ikut-ikutan dalam perayaanya maka akan mengundang murka Allah

Allah Subuhanahu Wa Ta’ala telah menegaskan di dalam al-Quran bahwa langit hampir saja pecah, bumi terbelah, dan gunung runtuh disebabkan perkataan orang-orang yang mengatakan, “Allah memiliki anak”. Mungkin ini jugalah penyebab bencana alam, banjir dan lainnya di setiap bulan desember. Mari kita perhatikan firman Allah Ta’ala,

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ وَلَدࣰا .  لَّقَدۡ جِئۡتُمۡ شَیۡـًٔا إِدࣰّا .  تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا .  أَن دَعَوۡا۟ لِلرَّحۡمَـٰنِ وَلَدࣰا .  وَمَا یَنۢبَغِی لِلرَّحۡمَـٰنِ أَن یَتَّخِذَ وَلَدًا .  إِن كُلُّ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّاۤ ءَاتِی ٱلرَّحۡمَـٰنِ عَبۡدࣰا.

Artinya: Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.” Sungguh, kalian telah membawa sesuatu yang sangat mungkar, hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu), karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. (Q.S. Maryam, ayat 88 – 93)

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Jika ada dari orang  nasrani baik itu teman kerja, teman bisnis dan yang lainya, menanyakan tentang kado natal, ucapan selamat hari natal, atau mengajak kita untuk merayakan hari natal maka katakanlah bahwa Saya Muslim. Agama saya melarang mengucapkan selamat hari natal kepada kalian sebagaimana agama kalian melarang mengucapkan dua kalimat syahadat. Katakan kepada mereka dengan tegas:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Artinya: Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ

Artinya: Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” (QS. Al Isra’: 84)

أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41)

لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ

Artinya: Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55)

 

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Kaum muslimin memiliki dua hari raya yaitu dua hari raya yaitu Idul fitri dan Idul adha, Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata,

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

“Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. Ahmad, 3:178, sanadnya sahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).

 

Ibnu Hajar rahimahullah lantas mengatakan, “Bisa disimpulkan dari hadits tersebut larangan merasa gembira saat hari raya orang musyrik dan larangan menyerupai orang musyrik ketika itu. Bahkan Syaikh Abu Hafsh Al-Kabir An-Nasafi, seorang ulama mazhab Hanafi sampai berlebih-lebihan dalam masalah ini dengan mengatakan, ‘Siapa yang menghadiahkan sebutir telur kepada orang musyrik pada hari itu karena mengagungkan hari tersebut maka dia telah kafir kepada Allah” (Fath Al-Bari, 2:442).

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ 

Khutbah Kedua :

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

 أَمَّا بَعْدُ؛  فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى : )وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى(

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ . رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ .

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا .

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ

وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

silahkan Klik Untuk download PDF nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TADZKIROH (PERINGATAN) Kami perwakilan ormas, ponpes, tokoh agama, tokoh pemuda, Tokoh masyarakat  Menyampaikan tadzkiroh atau peringatan ke...